Kembali ke Website

Triumph Bonneville: Motor yang Berkali-kali Dibunuh tapi Tak Pernah Mati

Triumph Bonneville: Motor yang Berkali-kali Dibunuh tapi Tak Pernah Mati

Ada motor yang sudah 'disuntik mati' berkali-kali oleh pabriknya sendiri, tapi selalu hidup lagi karena penggemarnya nggak rela dia mati. Itulah Triumph Bonneville, bro. Satu nama, banyak nyawa. Bonnie lahir tahun 1959 sebagai pengembangan Tiger T110, dibekali mesin 650cc twin cylinder yang konon bisa lari 120 mil per jam — makanya dikasih kode T120. Tahun 60-an dia jadi raja jalanan di seluruh dunia. Masuk dekade 70-an, kapasitas digedein jadi 750cc buat ngelawan invasi motor Jepang di Amerika. Tapi gempuran Jepang terlalu ganas, dan tahun 1983 Bonneville resmi disuntik mati. Nah, ini bagian paling seru: Les Harris, produsen suku cadang Triumph, nggak tega lihat Bonnie mati. Tahun 1985 dia bangkitkan lagi produksinya di pabriknya sendiri — walau cuma bertahan sampai 1988 dengan 1300 unit. Dan itu bukan kebangkitan terakhir. Kini Bonneville hidup lagi di era modern dengan mesin 900 sampai 1200cc, tetap mempertahankan tampang klasik: tangki teardrop, jok datar, dan chrome di mana-mana. Bonneville itu bukti, bro: motor legendaris nggak dibunuh pabriknya — dia dibunuh pasar, tapi dihidupkan komunitas. Makanya Bonnie jadi kiblat builder custom di mana-mana, dari cafe racer sampai scrambler. Kalau suatu hari bro punya Bonnie lawas, itu bukan sekadar motor — itu phoenix beroda dua. Sumber: Motor Plus — https://www.motorplus-online.com/amp/251216896/triumph-bonneville-motor-legenda-yang-punya-banyak-nyawa Sumber: Motor Plus — https://www.motorplus-online.com/amp/251216896/triumph-bonneville-motor-legenda-yang-punya-banyak-nyawa

Bagikan: